Jauh sebelum istilah cybersecurity dikenal, Nusantara telah mengenal cara menjaga pesan, pengetahuan, dan rahasia. Dari lontar, aksara, cap mohor, dan bahasa berkias hingga enkripsi dan jaringan digital, kebutuhan dasarnya tetap sama: melindungi informasi yang bernilai.
Keamanan Siber dan Persandian: 8 Dasawarsa Persandian Indonesia menelusuri perjalanan persandian Indonesia sejak akar tradisinya di Nusantara, lahirnya institusi persandian negara, hingga menghadapi lanskap perang siber masa kini. Buku ini juga membabar kisah manusia-manusia yang bekerja dalam senyap menjaga rahasia negara.
Pembaca diajak menyusuri sejarah, kriptografi, intelijen, diplomasi, hukum, teknologi, dan keamanan siber. Dari rahasia negara hingga identitas digital, dari infrastruktur kritis hingga kecerdasan artifisial. Semuanya bermuara pada pertanyaan: bagaimana Indonesia mempertahankan kedaulatannya di ruang digital?
Dengan renyah dan ramah, DR. Sulistyo menunjukkan bahwa keamanan siber amat luas, mencakup urusan teknologi, kepercayaan, tanggung jawab, dan kedaulatan. Tak ayal, buku ini menjadi jembatan antara warisan persandian Indonesia dan masa depan digital Indonesia—sebuah pengingat bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada kemampuan menyerang, melainkan pada kemampuan melindungi.



Reviews
There are no reviews yet.