Antologi komparasi lintas kawasan tentang konsep dan aplikasi pembaruan peradaban perspektif Yudian Wahyudi memasuki babak baru. Kali ini, Yudian dibandingkan dengan tiga cendekiawan kelas dunia.
Pertama, Fazlur Rahman, seorang profesor muslim kelahiran Pakistan, yang pengaruhnya di Indonesia sangat besar karena antara lain menjadi pembimbing disertasi Nurcholish Madjid (Cak Nur) dan Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) di The University of Chicago, Amerika Serikat (AS).
Kedua, Marshall G.S. Hodgson, yang meraih Ph.D (1951) dan menjadi profesor (w. 1968) di universitas tempat Fazlur Rahman menjadi profesor hingga wafat (1988). Pengaruh Hodgson di Indonesia sangat legendaris, khususnya melalui The Venture of Islam, sebuah magnum opus yang menjadi pegangan Cak Nur dan pendukungnya, khususnya Azyumardi Azra.
Ketiga, John Dewey. Seperti Rahman dan Hodgson, Dewey adalah profesor di The University of Chicago sejak 1894. Memang Dewey sangat terkenal sebagai filsuf pragmatisme, yang mengembangkan pengetahuan dan pendidikan empiris, yang pengaruhnya mendunia, tidak terkecuali di Indonesia.
Letak salah satu keunikan kumpulan ini adalah Yudian Wahyudi yang bergelar Ph.D dari McGill, Kanada; Visiting Scholar/Researcher Hardvard Law School; Professor Islamic Studies, Tuft University; anggota American Association of University Professors; dan Visiting Professor di Georg-August Universität, Jerman; tetapi berbasis dua pesantren, yakni Tremas dan Krapyak, serta dua universitas di Indonesia: UIN Sunan Kalijaga Fakultas/Syariah dan Universitas Gadjah Mada/Filsafat.





Reviews
There are no reviews yet.